Bahasa Menunjukkan Bangsa

Pengantar:
Reposted dari status FB 11 November 2019 di sini ...

..........

Sumber: shutterstock.com



Saya yakin semua sudah pernah membaca atau mendengar deretan kata yang jadi judul postingan saya ini.

Kadang saya ubah sedikit dengan "martabat bangsa".

Iya ...
Di mata saya, 
siapa yang akan menghargai bahasa ibu, jika bukan bangsanya sendiri.
Siapa yang akan menghargai bahasa Indonesia, jika bukan kita sendiri.

Adanya KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) atau PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) adalah standar baku yang dibuat oleh para ilmuwan bahasa. 
Saya pribadi sangat menghargainya. Why?
Karena saya pencinta ilmu. Apapun itu.
Dan para ilmuwan itulah para ahlinya.

Ilmu itu dinamis. Berkembang ...
Sesuai perkembangan peradaban manusia.
Sama halnya dengan ilmu bahasa.

Dan yang perlu disadari ...
Jika kita suka menulis dalam bentuk apapun,
misalnya karya sastra puisi atau prosa, 
sebenarnya posisi kita sangat strategis sebagai agen kampanye "kebakuan" berbahasa Indonesia.
Atau sebaliknya sebagai pendistribusi "ke-salahkaprah-an" 😁😁😁.

Sadari bahwa ...
Kita adalah salah satu bagian dari "pasukan literasi".

Sebagai penutup:
Jangan jadi orang asing di negara kita sendiri, karena menutup mata pada perkembangan bahasa Indonesia.
(Ga beda dengan orang yang gagal "move on" dari mantan 😝😝😝)
..........
Catatan:
Jangan koreksi tata bahasa postingan ini.
Karena saya lagi curhat, bukan berliterasi.
😂😂😂

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon